Tewas BEsar ilus pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

batampos.co.id – Polisi mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk menguak misteri kematian wanita cantik Wayan Mirna Salimin (27), di Cafe Oliver, Grand Indonesia. Sejauh ini polisi belum menemukan petunjuk atas kematian korban pada Rabu (6/01).

”Dari hasil delapan rekaman CCTV (Closed Circuit Television), tidak ada yang mencurigakan. Korban datang bersama kedua temannya. Mereka datang pukul 17.30 terus langsung memesan kopi,” ungkap Kapolsek Metro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Jefry Siagian seperti dikutip dari Indopos (group batampos.co.id), Jumat (8/01).

Namun sebanyak lima saksi telah diperiksa. Di antaranya, pegawai dan teman korban. Termasuk Agus Triono, salah satu pegawai cafe penyaji es kopi vietnam yang dipesan korban. ”Dari pengakuan saksi Agus Triono, pembuatan kopi sesuai standar keseharian,” ujar Jefry.

Dia mengatakan, setelah pesanan es kopi datang, korban mencicipi minumannya dengan sedotan kecil. Setelah itu korban langsung merasa pusing dan bersandar ke bangku dalam keadaan lemas dengan kepala tertunduk. Dua temannya, Hani dan Siska melarikan korban ke klinik mal setempat.

Masih menurut Jerfy, alat bukti berupa CCTV dan keterangan para saksi belum tersebut sementara bisa mengungkap tabir penyebabkematian warga Sunter, Jakarta Utara tersebut. Pihaknya menyerahkan sisa kopi ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. ”Kita belum bisa memastikan apakah korban tewas akibat kopi atau faktor lain. Makanya kita tunggu Senin depan hasil Puslabfor,”ucapnya.

Ketika ditanya, apakah si pembuat kopi bisa menjadi tersangka, Jefry enggan berkomentar. Jefry menegaskan kini pihaknyamasih mengunggu hasil lab. ”Jadi ada hasil terlebih dahulu, barulah pihak kepolisian bisa mengambil langkah hukum,” tegas dia.

Pasca kejadian tersebut, cafe tetap dibiarkan beroperasi. Nampak hanya diberikan garis polisi ditempat duduk korban. ”Tindakan hukum (terhadap pihak cafe) sudah pasti ada. Tapi jika terbukti kopi yang diminum bermasalah,” cetus dia.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Siswo Yuwono mengatakan, sudah menerima laporan terkait kasus tersebut dan memulai penyelidikan. ”Saat ini kami sudah mengirim beberapa sampel kopi dan sampel lainnya untuk diteliti di Pusat Laboratorium dan Forensik Mabes Polri,” tegas Siswo di Mapolres Jakarta Pusat, kemarin (8/1).

Menurut Siswo, sampel tersebut antara lain cairan dari lambung korban, lalu gelas pakai, dan cairan kopi vietnamens tersebut. ”Cairan dari lambung itu kami ambil dari muntah korban di rumah sakit,” ungkap Siswo.

Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya membutuhkan bukti ilmiah untuk mengusut penyebab meninggal Wayan. ”Kami perlu membuktikan kandungan yang ada di dalam cairan (kopi) yang dikonsumsi korban itu,” tukas dia. (jpnn)

Komentar Pembaca

komentar