batampos.co.id – PT PLN (Persero) meminta maaf terkait lamanya pemadaman yang dilakukan di Tanjungbalai Karimun. Hal ini menyusul kondisi kelistrikan di Tanjungbalai Karimun yang mengalami defisit sebesar 4,5 Megawatt (MW)  pada siang hari. Sedangkan, pada malam hari atau beban puncak desifit daya mencapai 8 Megawatt.

”Kami meminta maaf sebesar-besarnya untuk seluruh pelanggan di Tanjungbalai Karimun, saat ini upaya jangka pendek dan jangka panjang untuk menutup defisit yang ada telah dilakukan. Kami juga berharap bantuan warga untuk lebih berhemat dalam pemakaian listrik, dengan mengurangi penggunaan listrik atau mematikan satu buah lampu di saat beban puncak,” ujar General Manager PLN Wilayah  Riau dan Kepulauan Riau, Feby Joko Priharto dalam siaran persnya ke Batam Pos, kemarin.

Untuk menghindari pemadaman terjadi pada pelanggan rumah tangga, kata Feby,  PLN juga  meminta bantuan dari pelanggan besar seperti hotel untuk bisa menggunakan genset pribadi khususnya di malam hari, agar suplay listrik bisa digunakan oleh Pelanggan rumah tangga, penggunaan genset oleh pelanggan besar ini sangat membantu penambahan pasokan hingga 1,8 MW.

”Di samping itu diimbau kepada perkantoran untuk menggunakan lampu hemat energi dan mematikan pemakaian energi listrik pada saat malam hari,” pesan Feby.

Upaya lain yang saat ini sedang dilakukan oleh PLN yakni menyiapkan penambahkan PLTD secara bertahap pertama sebesar 3 MW yang diupayakan sudah beroperasi pada akhir Januari 2016 namun sesuai jadwal minggu pertama Februari dan tahap ke-2 awal  Maret 2016 sebesar 3 MW.

Selain itu, PLN juga menjaga kondisi sistem PLTU kelistrikan di Tanjungbalai Karimun agar tidak terjadi gangguan langkah yang ditempuh yaitu dengan menjaga pasokan batubara, meningkatkan pemeliharaan rutin baik di pembangkit maupun SUTM nya.

Mengingat daya mampu PLTU Tanjungbalai Karimun sebesar 7 MW  mengambil peran sangat besar dalam  menjaga keberlangsungan pasokan listrik di Tanjungbalai Karimun maka pasokan batubara PLN pastikan tidak akan terlambat.

”Karena akibat stopnya berdampak  pemadaman lebih luas dan defisit sampai mencapai  9 MW,” ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa dalam kondisi PLTU beroperasi 1 unit maka daya mampu di Tanjungbalai Karimun sebesar 22.5 MW beban rata-rata  siang 18 MW sampai dengan 20 MW dan beban puncak malam hari rata – rata mencapai 24.5 MW sampai dengan 24.8 MW

Artinya, di saat siang pihak PLN kelebihan daya sebanyak 4,5 Megawatt. Sedangkan, pada malam hari atau beban puncak desifit daya mencapai 2 MW.

”Untuk menjaga pasokan listrik, PLN mengajak warga untuk lebih bijaksana dalam penggunaan listrik, dan mohon matikan listrik jika tidak sedang digunakan. Sekali lagi PLN meminta maaf kepada para pelanggan dan secepatnya akan segera menyelesaikan defisit listrik yang terjadi,” pungkas Feby Joko Priharto. (tri)

Komentar Pembaca

komentar