Ade Komarudin. Foto: Ricardo/JPNN.Com
Ade Komarudin.
Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Wakil Ketua Fraksi PDIP, Arif Wibowo menilai pelantikan Ade Komaruddin sebagai ketua DPR pada hari ini (11/1) telah menjadi preseden buruk. Pasalnya, legalitas kepengurusan Golkar tempat Akom -sapaan Ade- bernaung  masih belum jelas.

“Bagaimana mungkin posisi yang secara legal formal masih dipertanyakan, kemudian terjadi pelantikan ketua DPR dari Fraksi Golkar. Meskipun undang-undang menyatakan itu haknya Partai Golkar, tapi sekarang Partai Golkar sedang mengalami masalah, ini akan jadi preseden buruk,” ujarnya saat ditemui di sela-sela rapat kerja nasional (rakernas)  PDIP di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/1).

Ia menegaskan, konsolidasi institusi negaara tidak bisa dibangun atas dasar kekuatan politik praktis atau kekuatan politik yang mendominasi DPR. Sebab, bisa-bisa preseden itu diikuti institusi lembaga negara lainnya sehingga ketika ada konflik, mereka adu kuar tanpa peduli aturan.

“Ti‎dak peduli terhadap institusi yang secara demokratik dikuatkan bukan dilemahkan, dan selalu menyisakan konflik dan problem hukum. Bagi masyarakat kita ini, untuk jangka panjang bukan pendidikan politik yang baik,” sebutnya.

Selain itu Arif menegaskan, fraksinya juga tak hadir pada pelantikan Akom sebagai ketua DPR. Menurut Arif, ketidakhadiran fraksinya bukan untuk mendelegitimasi Akom, tetapi semata-mata demi menegakkan aturan.

Arif menambahkan, semestinya pelantikan ditunda sampai ada legalitas tentang kepengurusan Golkar.  “‎Kenapa tidak bersabar? Konsolidasi, selesaikan dulu dan dapatkan SK (surat keputusan, red) menteri hukum dan HAM  supaya tidak memantik konflik,” tegasnya.(dna/JPG)‎

Komentar Pembaca

komentar