Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Agus Widjaja
Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Agus Widjaja

batampos.co.id – Pengurusan paspor melalui Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam mencapai 300 orang perhari. Bukan hanya warga Batam, dari luar daerah pun banyak yang mengurus di Batam. Terutama yang hendak menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negeri jiran.

”Dari Jawa, bahkan Jambi pun ada,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam, Agus Widjaja.

Menurutnya, tidak sedikit dari mereka mencoba mengelabui petugas, mengurus paspor menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Mengurangi bahkan menambahkan umurnya.

Mereka beranggapan KTP yang dibawanya tidak akan ketahuan dan diperiksa petugas. ”KTP yang janggal kita periksa. Memang tidak semua, kita random (acak),” beber pria yang mendapatkan jabatannya melalui sistem lelang jabatan ini.

Dia mengaku, petugasnya akan menyurati langsung Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil). Jawaban bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan. ”Jadi sebelum ada jawaban, kita hentikan prosesnya,” terangnya.

Memang, sambungnya, tidak sedikit yang protes karena prosennya menjadi lama. ”Katanya tidak sesui SOP (standar operasional prosedur),” tutur Agus.

Agus menambahkan, tidak ada pilihan bagi petugas agar data yang digunakan benar-benar asli. Bila dinyatakan asli, prosesnya akan dilanjutkan. Sebaliknya, jika palsu akan dihentikan.

Menurut Agus kecurigaan petugas banyak yang tidak meleset. KTP yang digunakan calon TKI banyak yang palsu. Bukan KTP luar saja, dari Batam juga banyak. Sebagian mengaku pindahan dari beberapa daerah.

”Ketika wawancara baru beberapa hari di Batam, anehnya sudah punya KTP,” ucapnya. (hgt)

Komentar Pembaca

komentar