foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kondisi transportasi umum di Batam masih sangat buruk. Taksi plat hitam hingga angkutan umum yang tak laik jalan masih banyak dipergunakan pengusaha jasa angkutan. Parahnya lagi, sopir angkutan umum sering ugal-ugalan serta parkir sembarangan untuk mencari penumpang.

Akibatnya, kerap menyebabkan kecelakaan serta kemacet di beberapa ruas jalan. ”Setelah dilantik (menjadi Wali Kota) saya akan memperbaiki transportasi umum maupun pribadi,” janji Wakil Wali Kota Batam, Rudi.

Menurutnya, angkutan umum parkir di tempat keramaian jelas tidak dibenarkan. Begitupun parkir di badan jalan. Rudi pun menyoroti kinerja anak buahnya di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam yang tak mengambil tindakan tegas.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak menilai buruknya tranportasi di Batam akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pemerintah. Terutama dalan melakukan uji KIR. ”Pengujian dilakukan tanpa melalui tes. Banyak pungli (pungutan liar),” ungkap pria yang akrab disapa Jefri ini.

Karenanya, kendaraan udzur, tak laik jalan, serta plat hitam dibiarkan mengangkut penumpang. ”Bukannya ditindak, malah dibiarkan beroperasi,” ungkapnya.

Melalui kepemimpinan pemerintahan yang baru nanti, Jefri berharap transportasi umum yang sudah udzur serta tak laik jalan diremajakan. Sistemnya diperbaharui, mulai dari trayek, warna, hingga nomor kendaraan.

”Sehingga jelas arah dan tujuannya, teratur dan tertib. Tidak amburadul seperti sekarang ini,” sebut Ketua DPC PKB Kota Batam ini.

Begitupun dengan truk angkutan berat, jadwal operasionalnya diatur sedemikian agar tak mengganggu lalu lintas kendaraan yang lain.

”Truk pengangkut tanah tidak masuk jalan utama,” harapnya. (hgt)

Komentar Pembaca

komentar