ENAM mekanik perempuan sedang berjalan di Hanggar Lion Air Bandara Hang Nadim Batam, Senin (27/4) lalu. Mereka mengaku sangat menikmati profesinya itu. Foto: CECEP MULYANA/BATAM POS
ENAM mekanik perempuan sedang berjalan di Hanggar Lion Air Bandara Hang Nadim Batam, Senin (27/4) lalu. Mereka mengaku sangat menikmati profesinya itu.
Foto: CECEP MULYANA/BATAM POS

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan ratusan hektare lahan kosong bagi perusahaan yang ingin membuka bengkel pesawat; maintenance, repair dan overhaul (MRO). Di mana Hang Nadim disiapkan jadi pusat bengkel pesawat nusantara.

Saat ini sudah ada hanggar milik penerbangan Lion Air yang sudah beroperasi sekitar dua tahun. Selain itu masih ada beberapa perusahaan lainnya yang sudah menyatakan niat untuk membangun hanggar di Batam.

”Lahan kita masih banyak yang kosong di sana. Kita memang mendorong Hang Nadim ini jadi pusat MRO pesawat nusantara,” kata Purnomo Andiantono, Direktur Promosi dan Humas BP Batam.

Andi mengatakan hanggar Lion Air yang sudah beroperasi masih melayani perbaikan pesawat untuk kebutuhan maskapai sendiri. Tetapi pada akhirnya nanti tidak menutup kemungkinan untuk melayani pesawat dari maskapai lain.

”Kalau untuk Lion Air, yang digunakan itu baru sekitar 12 hektare. Baru di tahap kedua nantinya akan tambah luas, kemungkinan akan menjadi 20 hektare,” katanya.

Sementara yang  masih ditunggu realisasi investasinya di Batam adalah PT Ilthabi, juga melayani MRO. Di mana perusahaan ini sudah mengajukan lahan ke BP Batam. Rencananya perusahaan tersebut akan menggunakan lahan seluas 60 hektare. Bahkan pihak PT Ilthabi sendiri sudah pernah melakukan presentasi di BP Batam.

”Untuk Ilthabi ini masih kita tunggu. Mudah-mudahan segera dilakukan realisasi. Kita berharap akan banyak investor di bidang perbaikan pesawat ini di Batam,” katanya.

Berdekatan dengan Singapura menjadikan Batam pilihan yang tepat untuk berinvestasi di bidang MRO pesawat terbang. Di mana hampir 70 persen komponen atau pun alat-alat pembuatan pesawat merupakan barang impor. Dan banyak berasal dari Singapura.

”Jadi sangat dekat dengan Batam. Letak kita sangat strategis untuk Batam. Ini yang membuat kita optimis, investasi MRO di Batam ini akan terus berkembang,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Mustofa Widjaja mengaku bahwa maskapai penerbangan Sriwijaya juga pernah menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di Batam. Di mana lahan untuk mereka pun sudah tersedia di sekitar Hang Nadim.

”Bandara Hang Nadim menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor di bidang penerbangan. Kita sangat mendukung. Apalagi multiplier effect-nya sangat luar biasa untuk Batam,”  katanya. (ian)

Komentar Pembaca

komentar