nyamuk
nyamuk

batampos.co.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tanjungpinang tahun 2015 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2014 lalu, yaitu dari sekitar 500 kasus menjadi 347.

“Kasus DBD memang menurun meskipun tidak signifikan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam, Rabu (30/12).

Sebanyak 60 persen kasus DBD terjadi di Kecamatan Tanjungpinang Timur, dimana tiga kelurahan terbanyak yaitu Kelurahan Melayu Kota Piring, Kelurahan Pinang Kencana dan Kelurahan Batu Sembilan.

Menurut Rustam, penyebab tingginya angka DBD di Kecamatan Tanjungpinang Timur salah satunya disebabkan pembangunan yang sedang berlangsung.

“Wilayah Timur ini kan sedang berkembang menjadi kota. Banyak pembangunan yang belum selesai atau sudah selesai namun belum ditinggali. Nah itu sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujarnya. Tapi, kata Rustam, faktor utama penyeba a angka DBD adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah.

Rustam yakin, angka DBD di Kota Tanjungpinang akan terus mengalami penurunan. Ia juga menargetkan di tahun 2016 mendatang, angka DBD akan turun menjadi 250 kasus.

“Tapi itu tetap harus didukung dengan kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Bagaiamana dengan juru pemantau jentik (Jumantik)? Dikatakan Rustam, jumantik secara rutin terus melakukan pemantauan jentik nyamuk.

“Jumantik mengalami perubahan pola kerja. Kalau dulu memantau ke setiap rumah, sekarang memantau dan juga memberi edukasi melalui kelompok-kelompok masyarakat,” ujarnya.

Jumantik ini, lanjut Rustam, wajib turun melakukan pemantauan minimal sembilan kali dalam sebulan.

“Tapi tetap yang paling efektif adalah memantau jentik secara mandiri,” ujarnya.

Rustam menyarankan warga menggunakan kelambu serta memasang kasa di setiap ventilasi rumah, untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Rustam juga meminta pihak sekolah untuk mengedukasi siswa secara aktif, berkaitan dengan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. (Lra/bpos)

Komentar Pembaca

komentar