Event Toure de Bintan yang gagal ditaja Pemkab Bintan pada tahun 2015 ini berdampak pada angka kunjungan wisatawan yang turun 5 persen. F. Harry/batampos
Event Toure de Bintan yang gagal ditaja Pemkab Bintan pada tahun 2015 ini berdampak pada angka kunjungan wisatawan yang turun 5 persen. F. Harry/batampos

batampos.co.id – Gagalnya pelaksanaan iven berkelas dunia Tour de Bintan yang ditaja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menyebabkan penurunan wisatawan mancanegara berkunjung ke Bintan. Khususnya Kawasan Wisata Lagoi di Kecamatan Teluk Sebong.

“Angka kunjungan wisatawan turun 5 persen dari tahun sebelumnya. Semua ini dikarenakan gagalnya dilaksanakan Tour de Bintan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bintan, Luki Zaiman Prawira saat dikonfirmasi, Selasa (29/12).

Dikatakannya, sepekan sebelum Tour de Bintan ini ditaja November 2015 lalu, Bintan dilanda bencana kabut asap kiriman dari Pekanbaru, Provinsi Riau dan Provinsi Kalimantan. Akibatnya pihak penyelenggara olahraga internasional Metasport membatalkan penyelenggaraan Tour de Bintan karena akan berdampak fatal kepada peserta iven yang berasal dari 40 negara.

Selain membatalkan iven yang bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 5 miliar ini, lanjutnya, peserta dan sponsornya memilih untuk pergi dari Bintan. Sehingga, pihak hotel dan resort serta pemerintah mengalami kerugian besar saat itu.

“Jadi selain menyumbang penurunan angka wisatawan. Juga sumbang kerugian daerah dan pihak hotel dan resort,” katanya.

Ditanya secara detail penurunan angka kunjungan, Luki mengaku belum mengetahui data rincinya penurunan tersebut. Namun dari hasil perihitungan dari berbagai pihak, penurunan itu terjadi sekitar 5 persen dibandingkan jumlah kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai 800 ribu wisatawan.

Tapi diprediksinya, sambung mantan Kasatpol PP 2014 ini, pada saat pihak PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) selaku pengelola Kawasan Wisata Lagoi menaja berbagai acara pergantian tahun baru, wisatawan dari mancanegara maupun domestik yang mengunjungi Lagoi bisa menutup kekurangan dari 5 persen tersebut.

“Memang data resminya kita belum terima. Tapi saya yakin, dengan acara mewah yang disajikan PT BRC pada pergantian tahun bisa menutup sedikit angka penurunan wisatawan tersebut,” ungkapnya. (ary/bpos)

Komentar Pembaca

komentar