Perahu nelayan di pelabuhan yang ada di pinggir pelantar Jalan Ahmad Yani Laut Tarempa. foto:syahid
Perahu nelayan di pelabuhan yang ada di pinggir pelantar Jalan Ahmad Yani Laut Tarempa. foto:syahid

batampos.co.id – Kelompok nelayan Mina Maritim 66 diberi bantuan sebuah kapal motor berkapasitas GT 10 dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Pagi ini kelompok nelayan tersebut mengundang sejumlah pejabat pemerintah daerah seperti Pj Bupati, Kepala DKP, Wakil Ketua DPRD II dan Tokoh masyarakat sekitar dalam acara tepung tawar atas rasa syukur bantuan yang diberikan dari pemerintah Provinsi Kepri.

“Sengaja kami mengundang sejumlah pejabat beserta masyarakat dalam acara tepung tawar ini,” kata Anas Run sebagai Ketua kelompok nelayan Mina Maritim 66 kepada wartawan, Senin (28/12).

Menurutnya bantuan tersebut yang diberikan kepada pihaknya sangat berharga untuk meningkatkan perekonomian bagi masing-masing anggota kelompok yang dibawah binaannya. Namun hal itu tidak terlepas dukungan dari seluruh anggota supaya ia dapat menjalankan amanah yang diberikan tersebut.”Kami akan memegang amanah ini dengan rasa syukur yang mendalam,” ucapnya.

Ia menambahkan kedepan yang mengelola kapal tersebut adalah anggota nelayan di bawah binaan Mina Maritim. Segala keputusan yang akan diambil nantinya, ia mengaku tidak mutlak hanya keputusannya saja, tapi perlu dimusyawarahkan bersama agar tidak timbul rasa cemburu sosial sesama kelompok. Dalam bekerja dalam kelompok harus ada rasa memiliki lebih tinggi, apalagi yang dikelola adalah bantuan dari pemerintah perlu sangat berhati-hati untuk mengambil segala keputusan.

Kapal bantuan itu bukan milik kelompoknya saja, ia berpendapat bantuan itu milik nelayan Anambas pada umumnya dan hanya saja kelompok Mina Maritim desa Tarempa Timur yang mengelola dan bertanggung jawab segala hal yang akan terjadi kedepannya.”Jika nelayan lain atau belum masuk sebagai anggota, diperbolehkan juga untuk mengikuti mencari ikan di laut asal mengikuti aturan yang telah ditetapkan didalam kelompok,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Anambas Yunizar mengatakan bantuan yang diberikan tersebut agar dapat dijaga dengan baik dan benar. Pihaknya tidak pernah jera terkait usulan dari nelayan Anambas, walaupun selama ini banyak bantuan yang diberikan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut seluruh nelayan itu dapat bertambah pendapatan yang dihasilkan nantinya.

Hal ini juga untuk memotivasi kelompok nelayan yang tidak aktif atau yang belum berhasil membina kelompoknya supaya belajar dengan kelompok nelayan yang sudah sukses meningkatkan ekonominya. Dalam memberi bantuan tersebut pihak kelompok nelayan itu sudah memenuhi syarat yang diberikan pihaknya. Namun dari itu semua pasti ada hal-hal tertentu yang menjadi kriteria atau persyaratan yang harus dipenuhi setiap kelompok.

“Kita yang akan menilai setiap kelompok nelayan yang layak mendapatkan bantuan untuk, pastinya nelayan yang aktif dan bekerja di dalam kelompok, bukan bekerja sendiri,” tukasnya.

Sedangkan Pj Bupati Kepulauan Anambas Eko Sumbaryadi mengatakan bantuan tersebut sangat bagus dan langsung dapat dimanfaatkan oleh nelayan lokal. Tapi perlu kerja keras dan tidak selalu mengharapkan bantuan terus dari pemerintah. Nelayan Anambas harus lebih mandiri agar dapat bersaing dengan nelayan-nalayan dari daerah lain yang ikut mencari nafkah di laut perairan Anambas. Untuk itu harus berkelompok yang lebih besar lagi, supaya mampu membeli kapal dan alat tangkap ikan yang lebih modern.

“Jika sendiri mencari ikan tidak akan dapat bersaing dengan nelayan lain yang datang dari luar ke Anambas, apalagi bisa membeli kapal yang lebih canggih,” ucapnya.

Ia menambahkan perairan di Anambas lautnya sangat bagus dan mempunyai ikan lebih banyak. Tapi perlu modal yang lebih besar untuk dapat meningkatkan ekonomi nelayan yang lebih layak. Oleh sebab itu para nelayan harus bekerja secara kelompok agar dapat meringankan modal yang bakal dikeluarkan. “Saya menyarankan kepada nelayan semua harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk kepentingan setiap anggota kelompok dan jangan saling iri sesama anggota kelompok,” ucapnya. (sya/bpos)

Komentar Pembaca

komentar