Perahu nelayan di pelabuhan yang ada di pinggir pelantar Jalan Ahmad Yani Laut Tarempa. foto:syahid
Perahu nelayan di pelabuhan yang ada di pinggir pelantar Jalan Ahmad Yani Laut Tarempa. Nelayan masih melaut meski cuaca ekstrim. foto:syahid

batampos.co.id – Nelayan Anambas diminta waspada terhadap cuaca ekstrim hingga akhir tahun mendatang. Pasalnya sejak Senin (28/12) hingga tiga hari kedepan ombak diperkirakan mencapai empat meter. Begitupula dengan feri ataupun kapal pengangkut barang diminta mewaspadai cuaca ekstrim yang terjadi pada musim utara ini.

“Dihimbau kepada nelayan dan masyarakat untuk mewaspadai hujan ringan yang disertai angin kencang dan tinggi gelombang laut yang berpeluang mencapai 4 meter di perairan Kepulauan Anambas dan laut Natuna,” kata Hanggar P Hareva dari BMKG Tarempa, Selasa (29/12)

Dari peta, sebut Hanggar, karena adanya belokan angin di sekitar equator dan daerah konvergensi, menyebabkan tumbuhnya banyak awan. Hal ini akan berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat.”Perubahan cuaca ekstrim ini terpengaruh kondisi keadaan angin, dan ketika angin kencang maka cuaca akan berubah,” paparnya. Seraya mengatakan untuk kecepatan angin tiga hari kedepan adalah 10-25 knot.

Ketika disinggung kapan ada peluang cuaca bagus dan ombak tidak meninggi, Hanggar mengatakan pihaknya masih belum dapat memastikannya. Namun perkiraan untuk tiga hari kedepan kondisinya sama, ketinggian ombak antara 1-4 meter.”Biar lebih valid data yang disampaikan itu tiga hari kedepan,” ungkapnya.

Hanggar memperkirakan musim utara yang terjadi ini akan berlangsung hingga bulan Maret tahun 2016 mendatang. Hal ini akibat musim utara itu terjadinya baru di akhir desember.

Cuaca ekstrim yang terjadi saat ini tidak menyurutkan niat nelayan untuk turun ke laut untuk mencari ikan. Pang (46) misalnya salah seorang nelayan asal Tanjung tersebut mengakui ombak tinggi bukan alasan untuk tidak turun mencari ikan. “Nelayan ini adalah perkerjaan jika tidak turun memancing dilaut bagaimana mencari nafkah untuk keluarga,” katanya.

Selain itu, kata Pang, dirinya sejak kecil memang sudah terbiasa dengan kondisi cuaca ekstrim seperti ini. Apabila ombak benar- benar tinggi maka akan mencari pulau terdekat untuk berlindung. “Untuk mengatasinya saat memancing jangan terlalu jauh dengan pulau terdekat sehingga jika tiba-tiba cuaca tidak bersahabat maka bersembunyi di pulau,” tuturnya.

Untuk penghasilan di musim utara ini hasil tangkapan lumayan membaik. Tapi untuk harga ikan tidak ada perubahan. (sya)

Komentar Pembaca

komentar