Anggota Koramil Kundur dan masyarakat menggunakan perahu    karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya dilanda banjir. foto:ist
Anggota Koramil Kundur dan masyarakat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya dilanda banjir. foto:ist

batampos.co.id – Hujan lebat disertai angin dan petir yang terjadi sejak, Selasa (29/12) malam hingga Rabu dini hari, menyebabkan ratusan rumah warga di Tanjungsari, Kelurahan Gadingsari dan Desa Lubuk terendam banjir. Banjir juga dirasakan sebagian warga Desa Sungai Sebesi, warga Parit Tegak, warga Kebunpinang, Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur.

Tidak ada korban jiwa, namun ratusan rumah terendam air dan beberapa kepala keluarga terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet. Banjir disebabkan itensitas curah hujan tinggi ditambah dengan kondisi parit dan pintu air kurang memadai sehingga air hujan meluap.

Ketua RW 04 Tanjungsari HM Taher mengakui banjir mulai naik sekitar pukul 23.00 Wib hingga pukul 01.00 dini hari dan masuk dalam rumah. Disebutkan terdapat empat RT di Tanjungsari dan satu RT di Desa Lubuk, pada umumnya rumah warga terendam air. Evakuasi sudah dilakukan warga bersama pemuda sejak dini hari untuk menyelamatkan barang berharga dalam rumah ke rumah sanak saudara maupun di rumah tetangga yang lebih tinggi.

Lili, 36, seorang warga yang rumahnya terendam banjir menuturkan hujan terjadi sejak siang hari hingga dini hari. Sekitar pukul 23.00 WIB air baru memenuhi parit sekitar pukul 01.00 WIB, air mulai naik menggenangi halaman rumah. Sejumlah keluarga terjebak dalam rumah, beruntung pemuda, masyarakat membantu mengevakuasi.

“Banjir tahun ini cukup besar, air di halaman rumah mencapai sedada orang dewasa, bahkan empat tahun yang lalu justru banjir lebih besar lagi. Padahal dua tahun yang lalu banjir sudah nggak ada, namun tahun ini banjir datang lagi,” terang Lili.

Sementara Camat Kundur, Sukari yang turun langsung ke lokasi banjir mengaku prihatin masih terjadi banjir, padahal dua tahun yang lalu tidak terjadi banjir. Kita masih mencari penyebabnya, menurut informasi parit Jepun masih mengalami penyempitan, sementara kondisi parit sudah dinormalisasi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan bupati, dinas sosial terkait musibah banjir.

Kapolsek Kundur Kompol Basta Nababan bersama puluhan anggota, Danramil Kundur bersama anggota, Sat Pol PP juga turun mengevakuasi warga menggunakan perahu karet milik Koramil Kundur. Hingga pukul 13.00 WIB, air masih menggenangi rumah warga, diperkirakan jika turun hujan dipastikan banjir tambah besar. (ims/bpos)

Komentar Pembaca

komentar