Asep Safrudin (tengah) kapolresta barelang sedang memberikan informasi kepada awak media kejahatan dari 2014 - 2015 di Polresta Barealng, Rabu (30/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Asep Safrudin (tengah) kapolresta barelang sedang memberikan informasi kepada awak media kejahatan dari 2014 – 2015 di Polresta Barealng, Rabu (30/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 3.978 kasus dilaporkan dan ditangani Polresta Barelang selama tahun 2015. Sekitar 2.058 kasus berhasil diselesaikan, namun 1.920 kasus masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Polresta Barelang.

Kapolres Barelang mengatakan proses pengungkapan dan penyelesaian kasus ditahun 2015 meningkat dibandingkan tahun lalu. Dimana tahun 2014, jumlah kasus yang masuk dan ditangani 3.836. Sementara yang berhasil diselesaikan 1.855 kasus.

“Tahun ini, kita bisa mengungkap lebih dari 60 persen kasus yang masuk ke Polresta Barelang. Sedangkan 40 persennya masih jadi PR kita,” janji Asep kepada wartawan, kemarin sore.

Dilanjutkan Asep, pihaknya tak akan berhenti menangani perkara yang belum tuntas dan tak terungkap. Hal yang dilakukan pihaknya dalam penyelesaian kasus adalah tetap mengupayakan penyelidikan lebih dalam. Sehingga kasus-kasus penting dapat selesai.

“Untuk PR pasti kita selesaikan dan tak berhenti. Namun, angka ini akan terus bergerak setiap harinya. Jadi kita akan prioritaskan menyelesaikan kasus yang memang patut untuk segera diselesaikan,” terang Asep.

Menurut dia, kasus pembunuhan belum terungkap menjadi prioritas pihaknya, seperti pembunuhan dua wanita muda yang ditemukan dalam waktu berdekatan. Yakni , Anggi, gadis berusia 18 tahun ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Bukit Dangas, Sekupang pada akhir Juni lalu. Kemudian disusul penemuan mayat Chintya pengantin baru yang ditemukan tewas di dekat jalan keluar Hotel Vista Baloi Awal Agustus. Kondisi luka kedua korban saat ditemukan hampir sama persis dengan luka gorok dileher.

“Pembunuhan dua wanita muda yang belum terungkap tetap menjadi perioritas. Termasuk penangkapan pembunuh bos angkringan di Legenda Malaka. Mudah-mudahan secepatnya dapat terungkap,” harap Asep.

Namun kata Asep, dalam pengungkapan kasus kadang polisi membutuhkan partisipasi dari masyarakat. Ia mengharapkan masyarakat bisa membantu dan memberikan informasi agar memudahkan pihaknya dalam pengungkapan dan penanganan kasus.

“Polisi tak mungkin bekerja sendiri, jadi pastisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Pemko Batam juga telah menyiapkan anggaran untuk pemasangan CCTv. Hal itu tentu mempermudah kita dalam mengungkap kasus kejahatan,” jelas Asep. (she)

Komentar Pembaca

komentar